Mau Keren Tapi Malu-maluin

29 Dec 2014

Suka heran kalau lagi di jalan dan kebetulan bisa lihat-lihat kanan kiri. Biasanya sih suka iseng lihat tulisan-tulisan yang ada di ruko, warung, toko atau bengkel. Nama merek dagang atau toko yang pernah saya lihat ada yang aneh bahkan menggunakan bahasa asing. Tapi sayangnya tulisan asing yang digunakan sebagai nama merek atau nama toko salah penulisannya. Entah kenapa ya kok orang Indonesia lebih bangga menggunakan kalimat atau istilash asing dibandingkan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Padahal kalimat atau tulisan asing yang digunakan ada padanan atau arti dalam bahasa Indonesia.

Mungkin karena bisa terlihat lebih keren dan nyentrik sehingga bahasa asing lebih diminati oleh pemilik usaha tersebut dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia. Walau penulisan yang dibuat salah. Padahal seingat saya beberapa tahun lalu ada wacana oleh pemerintah yang mengharuskan kalau penulisan nama merek dagang atau usaha haruslah menggunakan bahasa Indonesia. Jadi atau tidak ya wacana tersebut?

Terlepas dari wacana yang digulirkan oleh pemerintah, sebaiknya masyarakat harusnya lebih sadar dan bangga menggunakan bahasa Indonesia. Kalaupun ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya sebelum digunakan dicek dulu dengan benar penulisan dan ejaannya. Jangan sampai ada kesalahan dalam penulisannya. Sehingga kesan lucu, dipaksakan, bahkan bodoh bisa muncul untuk usaha yang dilakukan. Konsumen atau orang lain yang membacanya akan mentertawakan untuk kesalahan dalam penulisan. Beberapa bahasa asing yang sering digunakan dan terdapat kesalahan dalam penulisannya adalah:

  1. Serpis = maksudnya ingin menulis service
  2. Juss = juse = maksudnya ingin menulis juice
  3. Sper part = spar part = spare park maksudnya ingin menulis spare part
  4. Prett ciken = maksudnya ingin menulis fried chicken

Pertama kali saya melihat kemudian membacanya tentunya langsung tertawa. Entah kesalahan penulisan itu disengaja atau memang tidak mengetahui bagaimana penulisan yang benar. Kalau saya pribadi sih lebih senang menggunakan bahasa Indonesia, lebih asli dan menunjukkan identitas bangsa sendiri. Tidak perlu ingin terkesan nyentrik dan keren, kalau nyatanya malah tidak keren sama sekali. Solusinya tentu saja ada sebelum membuat sebuah identitas untuk usaha. Pastikan dan niatkan kalau ingin menggunakan identitas sendiri yaitu menggunakan bahasa Indonesia, cari arti dan padanan kata dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Baru setelah itu gunakan sebagai identitas usaha yang memang asli dari negeri ini. Pastinya jauh lebih baik dibandingkan ingin keren tapi malah malu-maluin. Gimana menurut anda?


TAGS Anak Negeri


-

Author

Follow Me